Breaking News
Join This Site
Dongeng Idongding , untuk mengenali Nenek yang bisa ngeleak

Dongeng Idongding , untuk mengenali Nenek yang bisa ngeleak

Baca Juga



devil dance art I Dongding 

Mungkin anda yang berusia diatas 20 tahunan sudah tidak asing dengan sebuah dongeng yang biasa leluhur anda ceritakan kepada anda sebelum tidur.Seperti layaknya dongeng-dongeng jaman sekarang yang sering anda ceritakan kepada anak anda ,dulu juga ada sebuah dongeng mistis yang di memberikan sedikit pengetahuan tentang Ilmu Sihir di Bali.Yap itu adalah I Dongding. Dongeng ini
tepatnya memberikan anda gambaran fisik tentang seseorang yg memiliki Ilmu Pengelekasan atau umumnya Ngeleak.
Langsung saja kita simak :

I DONGDING

balian pembunuh ibu dongding

I Dongding, adalah anak pertamanya Men Dongding, Ayahnya adalah seorang petani. Ketika ayahnya sedang bekerja di sawah, perut Ibu Dongding  mendadak sakit.I Dongding saat itu berumur 10 tahun, dan ketika itu ibunya sedang hamil tua.

Maka dipanggilah anaknya itu.”Dongding-Dongding, mai ja malu,( kesini sebentar)”. Maka datanglah I Donding ke dekat ibunya, ibunya berkata; ”perut ibu sedang sakit tolong carikan ibu Balian untuk membantu kelahiran. Carilah balian yang rumahnya beratap Ijuk,dia adalah Balian Baik, dan jangan cari Balian yang rumahnya bertap Alang-Alang, dia adalah balian Jahat. Sebab Balian tersebut rumahnya berdampingan, jangan sampai salah ya nak!, demikian ibunya menuyuruh.

 Maka I Donding datang kerumah Jero Balian, tetapi setalah sampai didepan rumah Balian ia lupa. Rumah atap Alang-alang apa Ijuk? Tetapi akhirnya dalam kebingungan I Donding memilih yang bertap alang-alang. Kemudian I Donding mengetuk pintu, sdambil berkata: ”Jro Balian… Jro Balian….Jro Balian” Jro Balian menyapa, ”nyen to kauk-kauk?” siapa itu memanggil-magil. ”Tiang cucun Dadonge I Donding!”, ketika melihat wajah Nenek Renta Tua, yang berwajah Cinging, berpakian poleng hitam putih kumat. I Donding merasa dirinya salah mencari Balian, dan bulu kuduknya meriding. ”Men kenken cening tumben ngalih dadong mai? (kenapa kamu tumben kesini.) Demikian kata Jro Balian Nenek Renta tersebut, kemudian I Donding menjelaskan, ”Dadong orahina nulungin mementiange sedeng beling gede” (Dadong diseruh membatu melahirkan ibu saya). ”Ya… kalau begitu dimana rumahmu?". Disitu didekat bale Banjar, tiga rumah keutara. Nenek tidak tahu jalannya, silahkan kamu mengangkat ayam Nenek yang berwana merah, dan cabut bulunya sebagai petunjuk jalan.
Ringkas cerita, setelah sampai dirumah dan kebetulan juga Bapaknya sudah datang dari sawah, maka I Dongding mengatakan sudah mencari Balian yang rumahnya beratap Alang-alang. Ibu dan Bapaknya kaget, ibunya berkata; ”bah… Donding-dongding…. sing payu ye suba meme jani mati”. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, I Dongding disuruh menyapu bulu ayam sudah dtebarkan tadi, setelah itu mereka membagi tugas. Ibunya I Dongding bersembunyi dibawah ketungan, (tempat menumbuk padi). Ayah dan I Dongding bersembunyi di Meten , kemudian di pintu dapur dipasang talenenan (tempat memotong daging) dan di Gebeh (tempat air) ditaruh ular.
Kemudian dengan jalan yang tersiok-siok akhirnya ia datang kerumahnya Dongding, dan memanggil-mangil tidak ada yang menjawab. Akhirnya dia duduk di atas ketungunan, sambil mencari kutu dirambutnya. Setiap kutu yang diperoleh di pencat dan bersuara ”Klepit”, kemudian Ibu Donding duduk dibawah ketungan, dia tertawa. Akhirnya dia ketahuan oleh Jro Balian yang Cinging. ”Ye... memen Dongding dini mengkeb, mai-mai tulunga melahirkan”, (Hai....Ibu Dongding disini ngumpet, mari-mari aku tolong untuk melahirkan). Ibu Dongding dengan rasa takut, akhirnya keluar dari temat persembunyian. Dengan sigap Jro Balian, dengan rambut gimbal yang tak terurus membantu melahirkan. Begitu lahir bayi yang dikandung, langsung digendong dan dibelai-belai sambil tertawa.


Tanpa berkata panjang lebar akhirnya anak dan Ibu-nya Dongding dimakan bersama satu persatu, dan sisa tulangnya dibiarkan disamping ketungan. Karena perut yang kenyang, kemudian dia kedapur mencari air. Baru dibuka pintunya, kepalanya di bentur oleh talenan, kemudian baru dibuka tempat airnya, dia dipatuk oleh ular. Akhirnya Jro Balian, meningal karena di patuk ular. KemudianI Dongding dan Bapaknya keluar dari Bale Meten, sambil membawa celurit dan Alu. Ketika itu mereka berdua melihat seekor anjing, datang dari timur laut sambil melangkahi tulang belulang Ibu dan anak yang baru lahir tersebut. Akhirnya mereka dapat hidup kembali, seperti sedia kala.
Dari cerita di atas dapat dilihat ciri-ciri, orang yang mempelajari Ilmu pengeliyakan adalah:
  1. Berpakian kumat, artinya pakiannya jarang dicuci dalam keseharian hidupnya,
  2. Berwajah Cinging, artinya suka mengganggu atau aji Wegig.
  3. Rambut gimbal, artinya jarang berkeramas.
  4. Menggunakan ayam merah (biying), artinya memuja Dewa Brahma, dalam ajaran yang disebarkan melalui emosional yang sering disebut Dewi Durga.
  5. Bersuara klipit, artinya memiliki banyak kutu besar-besar, akibat rambutnya tidak pernah dicuci.

KESIMPULAN

Pada umumnya pengeliyakan adalah seperti di atas, tapi tidak semua ciri-ciri ini tidak berlaku semua pengeliyakan, karena banyaknya jenis-jenis pengeliyakan, seperti disebutkan di atas bahwa Calonarang/Leak dapat berubah wujud sampai 1000 kali, artinya paling tidak ada 1000 ciri, dan setiap perubahan minimal ada 5 ciri.
Jadi perlu diingat , karena belum tentu juga ciri diatas benar semua .Hal yg terpenting yakni Leak bisa berubah menjadi apapun ,indah ataupun buruk ,benda mati ataupun benda hidup ,tetap jaga iman dan dekatkan diri dengan Tuhan adalah satu-satunya penangkal ampuh segala ketakutan berlebihan anda.

Thank to :
wiki
kaskus
google.co.id

Baca Juga :




tag : Cerita i dingdong , Satua i dingdong , dongeng mistis leak bali , dongeng terseram di zaman dulu , dingdong adalah 


4 komentar

avatar

Kata-katanya masih ambigu sehingga menyusahkan untuk dimengerti.

Balas
This comment has been removed by the author.
avatar

Akan kami suntingsegera

Balas

Silahkan Berkomentar dengan Sopan !

Emoticon